Selasa, 11 Februari 2014

Akuntansi Pajak Penjualan (PPn)

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dikenakan atas barang kena pajak dan jasa kena pajak. Tarifnya berpariasi sesuai dengan obyek pajak. PPN dapat berupa PPn (Pajak Penjualan) dan PPNBM (Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah).

Pada kesempatan ini, penulis hanya membahas tentang akuntansi tentang  pajak penjualan yang dikenakan kepada barang kena pajak. Besarnya tarif PPn adalah 10% dari nilai obyek pajak.

Rekening yang diperlukan untuk mencatat transaksi pembelian dan penjualan barang kena pajak adalah:
  1. PPn Masukan (untuk mencatat jumlah pajak yang dibayar saat terjadinya pembelian barang kena pajak).
  2. PPn Keluaran (untuk mencatat jumlah pajak yang dipungut saat terjadinya penjualan barang kena pajak).
  3. PPn Terutang (untuk mencatat jumlah pajak penjualan yang harus dibayar ke kas negara), yaitu selisih antara PPN Keluaran dikurangi PPn Masukan. PPn Terutang bersaldo kredit apabila jumlah PPn Keluaran lebih besar dari PPn Masukan, sedangkan PPn Terutang bersaldo debit apabila PPn Masukan lebih besar dari PPn Keluaran (PPn Lebih Bayar)
Untuk memudahkan pemahamannya, kami sajikan contoh transaksi pembelian dan penjualan atas barang kena pajak.

PPn Kurang Bayar

1/3/2011 Dibeli secara kredit barang dagang sejumlah Rp 2.000.000 dan dikenakan PPn 10%.
Pembelian                                     Rp 2.000.000
PPn Masukan                                Rp    200.000
          Utang dagang                                               Rp 2.200.000

15/3/2011 Dijual barang dagang secara tunai sejumlah Rp 15.000.000 dan dikenakan PPn 10%
Kas                                              Rp 16.500.000
          Penjualan                                                     Rp 15.000.000
          PPn Keluaran                                               Rp   1.500.000
                            
31/3/2011 Apabila perusahaan hanya memiliki transaksi pembelian dan penjualan di atas, maka pada akhir bulan dibuat jurnal untuk menentukan jumlah PPn terutang bulan Marett 2011. PPn tertutang bulan Maret adalah Rp 1.300.000 (PPn Keluaran Rp 1.500.000 dikurangi PPn Masukan Rp 200.000).
PPn Keluaran                                             Rp 1.500.000
          PPn Masukan                                                         Rp      200.000
          PPn Terutang                                                          Rp   1.300.000

4/4/2011 PPn terutang sejumlah Rp 1.300.000 dibayar ke kas negara.
PPn terutang                                              Rp 1.300.000
          Kas                                                                        Rp   1.300.000


PPn Lebih Bayar

1/4/2011 Dibeli secara kredit barang dagang sejumlah Rp 20.000.000 dan dikenakan PPn 10%.
Pembelian                                     Rp 20.000.000
PPn Masukan                                Rp    2.000.000
          Utang dagang                                               Rp 22.000.000

15/4/2011 Dijual barang dagang secara tunai sejumlah Rp 15.000.000 dan dikenakan PPn 10%
Kas                                              Rp 16.500.000
          Penjualan                                                     Rp 15.000.000
          PPn Keluaran                                               Rp   1.500.000
                            
31/4/2011 Apabila perusahaan hanya memiliki transaksi pembelian dan penjualan di atas, maka pada akhir bulan dibuat jurnal untuk menentukan jumlah PPn terutang bulan April 2011. PPn terutang (lebih bayar) bulan April adalah Rp 500.000 (PPn Masukan Rp 2.000.000 dikurangi PPn Keluaran Rp 1.500.000).
PPn Keluaran                                             Rp 1.500.000
PPn Terutang                                             Rp    500.000         
            PPn Masukan                                                       Rp  2.000.000
         

Kelebihan bayar (PPn Terutang bersaldo debit) sejumlah Rp 500.000 tidak dapat ditagih pada bulan April 2011 tetapi akan dikonpensasikan untuk bulan depan.

Kamis, 17 Januari 2013

Posting Jurnal Umum ke Buku Besar

Posting merupakan pemindahan ayat jurnal ke akun (buku besar) atau ke buku tambahan. Pada kesempatan ini, kami bahas posting jurnal umum ke buku besar, dengan anggapan bahwa perusahaan hanya menggunakan satu jenis format jurnal yaitu format jurnal umum.

Langkah-langkah posting ke buku besar (akun):
  1. Pada kolom "Ref" jurnal, isilah dengan nomor akun. Nomor akun Piutang Dagang adalah 1-1201.
  2. Isilah tanggal transaksi (sesuai tanggal yang tertera pada jurnal) pada kolom tanggal buku besar.
  3. Pada kolom "Ref" buku besar, isilah dengan nomor halaman jurnal (JU-01).
  4. Karena akun Piutang Dagang mutasi di sebelah debit maka masukkanlah mutasi debit pada buku besar sejumlah yang sama (Rp 2.000.000)
  5. Hitunglah dan tulislah saldo akun pada hari ini dengan cara menjumlahkan saldo sebelumnya dengan mutasi pada hari ini.



Catatan:
  1. Posting jurnal umum ke buku besar dilakukan secara harian dan tunggalan.
  2. Pada kolom "Ref" jurnal tidak boleh diisi dengan nomor akun (buku besar) jika belum diposting. Perhatikanlah ayat juranl Penjualan pada jurnal umum yang belum diberikan nomor akun pada kolom Ref. Dalam hal ini ayat jurnal Penjualan belum diposting ke buku besar Penjualan.


Jumat, 04 Januari 2013

POS-POS TRANSITORIS

Yang termasuk pos transitoris adalah suatu pos yang mencatat transaksi pembayaran dimuka atas beban-beban dan penerimaan dimuka atas pendapatan perushaaan. Pos transitoris dibedakan menjadi 2 yaitu:
1. Pos transitoris aktif
2. Pos transitoris pasif

POS TRANSITORIS AKTIF
Transaksi pembayaran beban dibayar dimuka. Misalnya pada tanggal 1 Mei 20x1 dibayar beban sewa toko sejumlah Rp 36.000.000 untuk sewa 3 tahun. Diketahui  periode akuntansi perusahaan 1 tahun dan berakhir 31 Desember 20x1. Pembayaran sewa ini dapat dicatat dengan menggunakan salah satu cara berikut ini, yaitu:
a. Mula-mula sebagai harta
b. Mula-mula sebagai beban

MULA-MULA DICATAT SEBAGAI HARTA

MULA-MULA SEBAGAI BEBAN

Perhartikan kedua cara di atas. Saldo akun Beban Sewa dan Sewa dibayar dimuka setelah ayat penyesuaian menunjukkan saldo yang sama yaitu masing-masing berjumlah Rp 8.000.000 dan Rp 28.000.000. Hanya saja pada awal periode berikutnya, dengan pencatatan  mula-mula sebagai beban memerlukan jurnal balik.

POS-POS TRANSITORIS PASIF
Transaksi pendapatan  diterima dimuka. Misalnya pada tanggal 1 Agustus 20x1 diterima  pendapatan sewa kendaraan sejumlah Rp 12.000.000 untuk sewa 1 tahun. Diketahui  periode akuntansi perusahaan 1 tahun dan berakhir 31 Desember 20x1. Penerimaa sewa ini dapat dicatat dengan menggunakan salah satu cara berikut ini, yaitu:
a. Mula-mula sebagai hutang
b. Mula-mula sebagai pendapatan

MULA-MULA SEBAGAI HUTANG

MULA-MULA SEBAGAI PENDAPATAN

Perhatikan kedua cara di atas. Saldo akun Pendapatan Sewa dan Sewa diterima dimuka setelah ayat penyesuaian menunjukkan saldo yang sama yaitu masing-masing berjumlah Rp 5.000.000 dan Rp 7.000.000. Hanya saja pada awal periode berikutnya, dengan pencatatan  mula-mula sebagai pendapatan memerlukan jurnal balik.


Kamis, 03 Januari 2013

POS-POS ANTISIFIKASI

Pos antisifikasi terdiri dari pendapatan yang masih harus ditagih (pos antisifikasi aktif) dan beban yang masih harus dibayar (pos antisifikasi pasiv).

Contoh :

POS ANTIFIKASI AKTIF

Pada tangga1 21  Desember 20X1 diterima pekerjaan reparasi kendaraan. Pekerjaan tersebut telah diselesaikan dan sampai tanggal 31 Desember 20X1 kendaraan tersebut belum diambil oleh pemiliknya. Nilai jasa reparasi tersebut adalah Rp 1.500.000.
Pada tanggal 2 Januari 20X2 pemilik kendaraan membayar jasa reparasi sejunlah Rp 1.500.000

Jurnal atas transaksi di atas adalah :

POS ANTISIFIKASI PASIV
Sampai dengan akhir periode akuntnasi (tanggal 31 Desember 20X1) terdapat beban yang masih harus dibayar  untuk bulan Desember 20X1 sebagai berikut:
Beban listrik                         Rp    700.000.000
Beban air                             Rp    300.000.000
Beban telephone                  Rp    500.000.000
Jumlah                                 Rp 1.500.000.000

Pada tanggal 2 Januati 20X2 dibayar beban listrik, air dan telephone untuk bulan Desember 20X1 sejumlah Rp 1.500.000.

Jurnal

Catatan :
Pos-pos antisipasi memerlukan jurnal balik,

Senin, 16 April 2012

AKUN-AKUN NOMINAL DAN PENGERTIANNYA

Akun-akun nominal disebut juga dengan nama akun-akun rugi laba. Pada perusahaan dagang, akun-akun nominal adalah:
4.  Pendapatan Usaha
5.  Harga Pokok Penjualan
6.  Biaya Usaha
7.  Pendapatan Diluar Usaha
8.  Biaya Diluar Usaha 
 
4.  PENDAPATAN USAHA
Nama akun untuk pendapatan usaha tentunya tidaklah sama. Pada perusahaan dagang menggunakan akun penjualan sebagai akun pendapatan usaha, namun pada perusahaan bengkel tentunya menggunakan akun pendapatan jasa revarasi sebagai pendapatan usaha. Di bawah ini, kami sajikan contoh akun pada perusahaan dagang.

PENJUALAN
Yaitu akun yang digunakan untuk mencatat transaksi penjualan barang dagang kepada pelanggan.

RETUR PENJUALAN DAN PENGURANGAN HARGA
Akun retur penjualan merupakan akun yang digunakan untuk mencatat penerimaan kembali barang dagang yang telah dijual. Hal ini mungkin disebabkan karena barang tidak sesuai dengan pesanan, barang rusak. Sedangkan akun Pengurangan Harga merupakan akun yang digunakan untuk mencatat pengurangan harga yang diberikan kepada pelanggan karena barang yang diberikan kepadanya tidak sesuai dengan pesanan atau ada yang rusak, tanpa adanya pengembalian barang. Kedua akun di atas sering dijadikan satu menjadi "Retur Penjualan dan Pengurangan Harga".  

POTONGAN PENJUALAN
Yaitu potongan yang diberikan kepada debitur karena melunasi utangnya pada masa pemberian potongan.Misalnya syarat penjualan 1/10, n/30 artinya jika debitur melunasi dalam jangka waktu 10 hari atau kurang, maka debitur akan diberikan potongan sebesar 1% dari harga faktur.

5. HARGA POKOK PENJUALAN
Akun-akun yang termasuk harga pokok (sistem periodik) adalah:
a.  Pembelian
b.  Retur Pembelian dan Pengurangan Harga
c.  Potongan Pembelian
d, Ongkos Angkut Pembelian

PEMBELIAN
Merupakan akun yang digunakan untuk mencatat pembeklian barang dagang.


RETUR PEMBELIAN DAN PENGURANGAN HARGA
Akun retur pembelian merupakan akun yang digunakan untuk mencatat pngembalian kembali barang dagang yang telah dibeli. Hal ini mungkin disebabkan karena barang tidak sesuai dengan pesanan, barang rusak. Sedangkan akun Pengurangan Harga merupakan akun yang digunakan untuk mencatat pengurangan harga yang diterima dari suplier karena barang yang diterima tidak sesuai dengan pesanan atau ada yang rusak, tanpa adanya pengembalian barang. Kedua akun di atas sering dijadikan satu menjadi "Retur Pembelian dan Pengurangan Harga". 

POTONGAN PEMBELIAN
Yaitu potongan yang diterima dari suplier karena melunasi utang pada masa pemberiaan potonfgan. Misalnya syarat pembelian 2/10, n/30, yang artinya jika perusahaan membayar utang dalam jangka waktu 10 hari atau kurang akan diberikan potongan 2% dari harga faktur dari supplier.

ONGKOS ANGKUT PEMBELIAN
Akun yang digunakan untuk mencatat transaksi pembebanan biaya angkutan yang timbul karena pembelian barang dagang.

6.  BIAYA USAHA
Akun-akun yang digunakan mencatat transaksi pembebanan biaya guna kelancaran usaha perusahaan.  Contoh akun-akun yang termasuk biaya usaha pada perusahaan dagang adalah:
a. Beban Upah dan Gaji Karyawan Toko
b. Beban iklan dan promosi
c. Biaya pengangkutan  (biaya pengangkutan untuk mendukung penjualan barang dagang)
d. Biaya pemakaian perlengkapan toko

7.  PENDAPATAN DILUAR USAHA
Yaitu pendapatan yang menjadi hak perusahaan yang berasal dari bukan usaha pokok. Misalnya pada perusahaan dagang yang memiliki usaha pokok jual beli barang dagang,  memperoleh pendapatan berupa:
a.  Pendapatan bunga (atas simpanan di bank)
b.  Pendapatan sewa (atas penyewaan kendaraan kepada pihak luar).

8.  BIAYA DI LUAR USAHA
Yaitu beban yang timbul bukan karena usaha pokok perusahaan. Misalnya pada perusahaan dagang terdapat beban-beban berikut ini:
a.  Beban perbaikan kantor (misalnya untuk mengecat ruangan) 
b.  Beban perbaikan tempat parkir

Minggu, 15 April 2012

AKUN-AKUN NERACA DAN PENGERTIANNYA

Yang dimaksud dengan akun-akun neraca adalah kelompok harta, utang dan modal. Ketiga akun ini digunakan untuk menyusun laporan keuangan perusahaan berupa neraca.

1.    AKUN-AKUN  HARTA
Harta merupakan sumber-sumber ekonomis yang dimiliki perusahaan, bermanfaat di masa yang akan datang, dan diperoleh dari transaksi yang telah lalu,  Sumber-sumber ekonomis tersebut dapat berupa:
1.1   Harta Lancar
1.2   Harta Tetap

1.1   HARTA LANCAR
Harta lancar merupakam kekayaan berupa kas, kekayaan yang mudah dijadikan uang, kekayaan yang segera dapat dipakai, dikonsumsi dan habis dalam periode normal  (tidak lebih dari 1 tahun).

KAS DAN BANK
Yaitu uang tunai, cek, wesel bank, rekening giro dan simpanan lain di bank yang sewaktu-waktu dapat digunakan secara bebas.

EFEK (SURAT BERHARGA/SEKURITAS, INVESTASI JANGKA PENDEK)
Yaitu sertifikat deposito jangka pendek, sertifikat reksa dana, sertifikat saham dan obligasi yang diperoleh dengan tujuan untuk dijual kembali bila sewaktu-waktu perusahaan membutuhkan uang.

PIUTANG DAGANG (PIUTANG USAHA)
Yaitu tagihan yang timbul karena penjualan barang / jasa secara kredit kepada pelanggan.

PIUTANG WESEL (WESEL TAGIH)
Yaitu tagihan kepada debitur yang disertai dokumen kesanggupan untuk melunasinya. Piutang jenis ini dapat diperjual belikan.

PERLENGKAPAN
Yaitu bahan habis pakai seperti kertas, penggaris, tinta, plastik pembungkus dan sebagainya yang dapat sekali dipakai, dan atau harta yang dipakai lebih dari 1 tahun namun memiliki nilai tidak berarti.

PERSEDIAAN BARANG DAGANG
Yaitu nilai  barang dagang. Yang dimaksud barang dagang adalah barang yang dibeli untuk dijual kembali.

PERSEKOT BIAYA
Yaitu pengeluaran untuk memperoleh barang atau jasa tetapi manfaat dari barang / jasa tersebut belum digunakan. Cotohnya: Sewa dibayar dimuka, upah dibayar dimuka.

PENDAPATAN YANG MASIH HARUS DITAGIH
Pendapatan perusahaan yang sudah menjadi hak perusahaan namun pembayarannya belum diterima. Contohnya: Sewa yang masih harus ditagih.

1.2  HARTA TETAP
Harta tetap dapat berupa investasi jangka panjang, harta tetap berwujud dan tidak berwujud.
INVESTASI
Yaitu sertifikat deposito jangka panjang, sertifikat reksa dana, saham dan obligasi yang diperoleh dengan tujuan tidak untuk dijual kembali, tetapi untuk memperoleh pendapatan tetap, pengendalian entitas, atau perluasan usaha.

HARTA TETAP BERWUJUD
Yaitu harta milik perusahaan yang secara fisik nampak, masa penggunaannya lebih dari 1 tahun. Contohnya: Gedung, Kendaraan, Peralatan, dan Tanah.

AKTIVA TETAP TIDAK BERWUJUD
Yaitu kekayaan berupa hak yang dimiliki perusahaan  dan memiliki masa manfaat lebih dari 1 tahun. Contohnya: hak paten, hak pengarang, merek dagang, franchise, lisensi, goodwill.

2.  KEWAJIBAN
Keajiban (utang) merupakan kewajiban yang harus dibayar perusahaan kepada kreditur. Kewajiban dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu:
2.1  Kewajiban jangka pendek
2.2  Kewajiban jangka panjang

KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
Kewajiban perusahaan untuk membayar dalam tempo singkat (tidak lebih dari 1 tahun).dan atau  pendapatan yang diterima dimuka.

UTANG DAGANG (UTANG USAHA)
Yaitu kewajiban jangka pendek perusahaan yang timbul karena terjadinya pembelian barang / jasa secara kredit.

UTANG WESEL (WESEL BAYAR)
Yaitu kewajiban jangka pendek perusahaan yang disertai dengan dokumen tertulis untuk melunasinya.

BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR
Yaitu kewajiban berupa beban yang harus dibayar dalam jangka waktu pendek. Contohnya: gaji yang masih harus dibayar, Sewa yang masih harus dibayar.

PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA
Yaitu kewajiban berupa pendapatan yang telah diterima namun belum menjadi hak perusahaan. Contohnya Sewa diterima dimuka.

2.2  KEWAJIBAN JANGKA PANJANG
Yaitu kewajiban perusahaan yang jatuh temponya lebih dari 1 tahun.

HUTANG HIPOTIK
Yaitu kewajiban kepada pihak luar perusahaan yang dijamin dengan harta tetap tidak bergerak.

HUTANG OBLIASI
Yaitu kewajiban jangka panjang kepada pihak luar perusahaan yang disertai dengan sertifikat tanda utang di atas meterai. 

3.  MODAL
3.1  MODAL  PEMILIK
 
Yaitu hak pemilik perusahaan atas kekayaan perusahaan. Nama akun-akun modal sangat berpariasi. Di bawah ini hanya diberikan contoh nama akun untuk perusahaan perseorangan. Akun modal pada perusahaan milik perseorangan  diikuti nama pemiliknya, misalnya Modal Tuan Jaya.

Akun modal Tuan Jaya digunakan untuk mencatat setoran Tuan Jaya pada perusahaannya.

3.2  PRIVE
Yaitu jumlah pengambilan harta perusahaan yang dilakukan pemilik perusahaan untuk keperluan pribadinya. Akun prive diikuti dengan nama pemiliknya., misalnya Prive Tuan Jaya.

3.3 Ikhtisar Rugi Laba
Fungsi akun ini adalah :
  • Menutup seluruh akun-akun nominal (klasifikasi pendapatan dan beban) pada akhir periode akuntansi.
  • Menutup akun pengambilan pribadi.
  • Dan terakhir saldo akun Ikhtisar Rugi Laba akan ditutup dengan akun modal pemilik. Modal pemilik bertambah (di kredit) apabila saldo laba, dan Modal pemilik berkurang (didebit) apabila bersaldo rugi.

Rabu, 11 April 2012

Akuntansi Pajak Penjualan

Pencatatan atas transaksi pembelian dan penjualan barang kena pajak penjualan (PPn) memerlukan akun-akun berikut ini:
1. PPn Masukan (PPn yang dikenakan karena pembelian barang kena pajak)
2. PPn Keluaran (PPn yang dipungut karena penjualan barang kena pajak)
3. PPn Terutang (untuk mencatat PPn yang harus dibayar ke kas negara)

PPN KURANG BAYAR

Contoh 1:
Pada tanggal 1 Januari 20xx dijual secara kredit barang seharga Rp 10.000.000  dan dikenakan PPn 10%. (Sistem Periodik)

Pada tanggal 3 Januari 20xx dibeli barang dagang secara kredit Rp 5.000.000 dan dikenakan PPn 10%. (sistem periodik)

Pada tanggal 31 Januari 20xx (akhir bulan) diperhitungkan PPn Terutang, yaitu dengan cara:
PPn Keluaran                                              1.000.000
PPn Masukan                                                 500.000
PPn Terutang                                                  500.000

Jurnal yang dibuat pada tanggal 31 Januari 20xx atas PPn Terutang (Kurang Bayar) adalah :

Jurnal pada tanggal 2 Februari 20xx dibayar PPn Terutang ke Kas Negara sebesar Rp 500.000

PPn LEBIH BAYAR
Apabila jumlah pembelian lebih besar dari jumlah penjualan, maka PPn Masukan akan lebih besar dari PPn Keluraran dan ini berarti terdapat PPn Lebih bayar.

Contoh 2:
Pada bulan Februari 20xx terdapat data berikut ini:
Penjualan Rp 10.000.000 dan Pembelian Rp 12.000.000. Ini PPn Keluaran dan PPn Masukan masing-masing sejumlah Rp 1.000.000 dan Rp 1.200.000.
PPn Lebih bayar sejumlah Rp 300.000.
Catatan:
PPn Terutang bersaldo debit Rp 300.000 artinya lebih bayar, dan akan dikonvensasikan pada bulan selanjutnya. Pada bulan Maret 20xx membuat SSP untuk PPn terutang nihil.

Akuntansi Pajak Penjualan (PPn)

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dikenakan atas barang kena pajak dan jasa kena pajak. Tarifnya berpariasi sesuai dengan obyek pajak. PPN dap...