Jumlah penayangan

Minggu, 15 April 2012

AKUN-AKUN NERACA DAN PENGERTIANNYA

Yang dimaksud dengan akun-akun neraca adalah kelompok harta, utang dan modal. Ketiga akun ini digunakan untuk menyusun laporan keuangan perusahaan berupa neraca.

1.    AKUN-AKUN  HARTA
Harta merupakan sumber-sumber ekonomis yang dimiliki perusahaan, bermanfaat di masa yang akan datang, dan diperoleh dari transaksi yang telah lalu,  Sumber-sumber ekonomis tersebut dapat berupa:
1.1   Harta Lancar
1.2   Harta Tetap

1.1   HARTA LANCAR
Harta lancar merupakam kekayaan berupa kas, kekayaan yang mudah dijadikan uang, kekayaan yang segera dapat dipakai, dikonsumsi dan habis dalam periode normal  (tidak lebih dari 1 tahun).

KAS DAN BANK
Yaitu uang tunai, cek, wesel bank, rekening giro dan simpanan lain di bank yang sewaktu-waktu dapat digunakan secara bebas.

EFEK (SURAT BERHARGA/SEKURITAS, INVESTASI JANGKA PENDEK)
Yaitu sertifikat deposito jangka pendek, sertifikat reksa dana, sertifikat saham dan obligasi yang diperoleh dengan tujuan untuk dijual kembali bila sewaktu-waktu perusahaan membutuhkan uang.

PIUTANG DAGANG (PIUTANG USAHA)
Yaitu tagihan yang timbul karena penjualan barang / jasa secara kredit kepada pelanggan.

PIUTANG WESEL (WESEL TAGIH)
Yaitu tagihan kepada debitur yang disertai dokumen kesanggupan untuk melunasinya. Piutang jenis ini dapat diperjual belikan.

PERLENGKAPAN
Yaitu bahan habis pakai seperti kertas, penggaris, tinta, plastik pembungkus dan sebagainya yang dapat sekali dipakai, dan atau harta yang dipakai lebih dari 1 tahun namun memiliki nilai tidak berarti.

PERSEDIAAN BARANG DAGANG
Yaitu nilai  barang dagang. Yang dimaksud barang dagang adalah barang yang dibeli untuk dijual kembali.

PERSEKOT BIAYA
Yaitu pengeluaran untuk memperoleh barang atau jasa tetapi manfaat dari barang / jasa tersebut belum digunakan. Cotohnya: Sewa dibayar dimuka, upah dibayar dimuka.

PENDAPATAN YANG MASIH HARUS DITAGIH
Pendapatan perusahaan yang sudah menjadi hak perusahaan namun pembayarannya belum diterima. Contohnya: Sewa yang masih harus ditagih.

1.2  HARTA TETAP
Harta tetap dapat berupa investasi jangka panjang, harta tetap berwujud dan tidak berwujud.
INVESTASI
Yaitu sertifikat deposito jangka panjang, sertifikat reksa dana, saham dan obligasi yang diperoleh dengan tujuan tidak untuk dijual kembali, tetapi untuk memperoleh pendapatan tetap, pengendalian entitas, atau perluasan usaha.

HARTA TETAP BERWUJUD
Yaitu harta milik perusahaan yang secara fisik nampak, masa penggunaannya lebih dari 1 tahun. Contohnya: Gedung, Kendaraan, Peralatan, dan Tanah.

AKTIVA TETAP TIDAK BERWUJUD
Yaitu kekayaan berupa hak yang dimiliki perusahaan  dan memiliki masa manfaat lebih dari 1 tahun. Contohnya: hak paten, hak pengarang, merek dagang, franchise, lisensi, goodwill.

2.  KEWAJIBAN
Keajiban (utang) merupakan kewajiban yang harus dibayar perusahaan kepada kreditur. Kewajiban dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu:
2.1  Kewajiban jangka pendek
2.2  Kewajiban jangka panjang

KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
Kewajiban perusahaan untuk membayar dalam tempo singkat (tidak lebih dari 1 tahun).dan atau  pendapatan yang diterima dimuka.

UTANG DAGANG (UTANG USAHA)
Yaitu kewajiban jangka pendek perusahaan yang timbul karena terjadinya pembelian barang / jasa secara kredit.

UTANG WESEL (WESEL BAYAR)
Yaitu kewajiban jangka pendek perusahaan yang disertai dengan dokumen tertulis untuk melunasinya.

BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR
Yaitu kewajiban berupa beban yang harus dibayar dalam jangka waktu pendek. Contohnya: gaji yang masih harus dibayar, Sewa yang masih harus dibayar.

PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA
Yaitu kewajiban berupa pendapatan yang telah diterima namun belum menjadi hak perusahaan. Contohnya Sewa diterima dimuka.

2.2  KEWAJIBAN JANGKA PANJANG
Yaitu kewajiban perusahaan yang jatuh temponya lebih dari 1 tahun.

HUTANG HIPOTIK
Yaitu kewajiban kepada pihak luar perusahaan yang dijamin dengan harta tetap tidak bergerak.

HUTANG OBLIASI
Yaitu kewajiban jangka panjang kepada pihak luar perusahaan yang disertai dengan sertifikat tanda utang di atas meterai. 

3.  MODAL
3.1  MODAL  PEMILIK
 
Yaitu hak pemilik perusahaan atas kekayaan perusahaan. Nama akun-akun modal sangat berpariasi. Di bawah ini hanya diberikan contoh nama akun untuk perusahaan perseorangan. Akun modal pada perusahaan milik perseorangan  diikuti nama pemiliknya, misalnya Modal Tuan Jaya.

Akun modal Tuan Jaya digunakan untuk mencatat setoran Tuan Jaya pada perusahaannya.

3.2  PRIVE
Yaitu jumlah pengambilan harta perusahaan yang dilakukan pemilik perusahaan untuk keperluan pribadinya. Akun prive diikuti dengan nama pemiliknya., misalnya Prive Tuan Jaya.

3.3 Ikhtisar Rugi Laba
Fungsi akun ini adalah :
  • Menutup seluruh akun-akun nominal (klasifikasi pendapatan dan beban) pada akhir periode akuntansi.
  • Menutup akun pengambilan pribadi.
  • Dan terakhir saldo akun Ikhtisar Rugi Laba akan ditutup dengan akun modal pemilik. Modal pemilik bertambah (di kredit) apabila saldo laba, dan Modal pemilik berkurang (didebit) apabila bersaldo rugi.

Tidak ada komentar:

Pengikut

Entri Populer