Jumlah penayangan

Kamis, 04 Agustus 2011

Klasifikasi Rekening

Rekening dalam suatu perusahaan jenisnya banyak sekali. Semakin besar perusahaan maka semakin besar pula jumlah rekening yang disediakan. Oleh karena itu perlu pengelompokkan rekening supaya mudah mengadakan pengklasifikasian. Secara umum akuntansi keuangan mengklasifikasi rekening dalam (1) Harta, (2) Hutang, (3) Modal, (4) Pendapatan dan (5) Biaya. Penomoran rekening ini selanjutnya disebut dengan kode akun (nomor akun).

Rekening Harta dibagi dalam kelompok Harta Lancar, Harta Tetap Berwujud dan Harta Tetap Tidak Berwujud. Sedangkan untuk rekening Hutang dikelompokkan menjadi Hutang Jangka Pendek dan Hutang Jangka Panjang. Pendapatan dibagi sesuai dengan jenis usaha perusahaan, namun secara umum pendapatan dibagi dalam pendapatan usaha (operasional) dan pendapatan di luar usaha (non operasional). Begitu juga dengan rekening biaya yang dibagi dalam biaya usaha, dan biaya non usaha.

Pada perusahaan yang melakukan jual beli barang dagang, maka pendapatan dibedakan menjadi penjualan (sebagai pendapatan usaha), dan pendapatan di luar usaha. Sehingga nomor akun pendapatan dipecah menjadi (4) Penjualan dan (8) Pendapatan diluar usaha. Sedangkan rekening biaya diperinci menjadi (5) Harga Pokok Penjualan, (6) Biaya Usaha dan (9) Biaya di luar Usaha.

Nama rekening yang diperlukan oleh suatu perusahaan sangat tergantung dari jenis usaha dan bentuk perusahaan. Oleh karena itu, kemungkinan besar rekening antar perusahaan berbeda-beda.

Rekening harta, hutang dan modal digunakan sebagai dasar untuk penyusunan neraca, sehingga dikelompokkan dalam rekening neraca atau rekening riil. Sedangkan rekening pendapatan dan biaya digunakan sebagai dasar untuk penyusunan laporan rugi laba, sehingga dikelompokkan dalam rekening rugi laba atau rekening nominal.

Tidak ada komentar:

Pengikut

Entri Populer